"Cantik? Wah, pasti kita semua pengen cantik. Namun, cantik biasanya identik dengan berkulit putih, tinggi dan bertubuh ramping, sehingga menjadi percaya diri terkenal, dan banyak yang suka. Akhirnya remaja melakukan apa saja agar bisa diakui menjadi cantik. Seperti maksain pakai krim biar putih, rela diet biar langsing, dan maksain diri biar jadi tinggi," ungkap Ustadzah Siti Jamilah, selaku pemateri.
Sekitar 70 remaja putri dari berbagai sekolah tingkat SMP/MTs dan SMA/MA sangat antusias mengikuti Majelis Ta'lim Remaja Zahratul Jannah, di desa Gumbil, HSS, KalSel dengan tema "Remaja Shalehah, Remaja Cantik." Acara ini diselenggarakan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Hulu Sungai Selatan, KalSel pada Ahad (05/03/2017) pukul 14.00-16.00 Wita.
Majelis Ta'lim Remaja tersebut dibuka hangat oleh Kak Gita Febrina selaku MC. Kak Gita mengajak para peserta agar semakin bersemangat mengikuti rangkaian acara dengan menyerukan yel-yel, "Remaja Muslimah, cerdas, ceria, shalehah, yes! Allahu Akbar!"
Acara dilanjutkan dengan pembacaan kalam ilahi oleh Kak Aniyah dan Kak Aliyah. Lalu, para peserta diajak menyaksikan tayangan video tentang sosok-sosok Muslimah yang Shalehah dari kalangan Shahabiyah pada masa keemasan Islam. Mereka adalah teladan yang cerdas dan memiliki pemikiran brilian, serta mempunyai peran luar biasa bagi umat manusia.
Ustadzah Siti Jamilah, yang juga pengasuh di Pondok Pesantren Tarbiyatul Furqan ini menjelaskan bahwa saat ini pandangan mengenai kecantikan itu relatif, berbeda dan berubah sesuai kondisi dan tempat. Citra-citra ideal yang dihembuskan media pada remaja, membentuk standar kecantikan ala barat. Sehingga berujung pada kerusakan moral, akhlak dan jatuhnya kehormatan yang dihasilkan dari kebebasan menampilkan kecantikan ini. Misalnya, dengan diadakannya event-event kecantikan seperti kontes kecantikan, gadis sampul, putri indonesia, miss universe, dll. yang memanfaatkan kecantikan untuk kepentingan bisnis dan hiburan.
Sudah saatnya remaja sadar bahwa remaja yang "cantik sejati" adalah remaja takwa. Yaitu pribadi yang Shalehah, sebagai anak Shalihah, istri Sholehah, ibu Shalehah, dan masyarakat Sholehah. Sibuk memikirkan bekal iman daripada polesan 'make up,' matanya bening terjaga dari hal-hal haram, hatinya penuh cinta kepada Rab-Nya. Mereka selalu bersyukur atas nikmat Allah SWT, dengan menutup aurat mengenakan pakaian takwa, dan siap menerima dan menyampaikan kebenaran dengan rajin ngaji islam kaffah dan turut berdakwah.
"Kecantikan sejati adalah kecantikan yang berasal dari takwa pada Ilahi. Pastinya dia adalah remaja Shalehah. So, tunggu apa lagi? Yuk, kita menjadi remaja cantik dengan menjadi remaja Shalehah. Insya Allah, kita bisa meraih bahagia di dunia dan kelak menjadi bidadari yang dirindukan surga."
Para peserta berkomitmen untuk membina diri agar bisa menjadi remaja Shalihah dengan bersedia mengikuti kajian Islam secara intensif. Kemudian acara pun ditutup dengan pembacaan do'a oleh Kak Aliyah. Setelah itu, para peserta dan panitia saling bersalaman.[NAn]