Senin, 29 Mei 2017

Menjadi Sahabat Sejati

Kita semua pasti pada punya teman. Tapi, nggak semua teman kita bisa terkategori sahabat. Apalagi jadi sahabat sejati. Betul, Nggak?

Nah, diantara teman-teman dan sahabat, kita pasti punya sahabat yang kita anggap spesial banget. Yang kita anggap lebih dari pada teman yang biasa. Yap, dia lah sahabat sejati kita.

Ngomong-ngomong gimana sih menurut kamu sahabat yang baik itu? Apa yang selalu ngebantu kita? Atau di selalu mendukung kita. Meskipun dia tau kita berbuat yang nggak benar. Apa dia tetap harus mendukung kita.

Ternyata sahabat sejati adalah sahabat yang selalu menyertai kita. Selalu yang mengingatkan kebaikan untuk kita. Dan ternyata sahabat yang baik itu yang peduli dengan kita. Yakni dia yang peduli dan sayang banget sama kita. Dia ingin kita menjadi baik tak hanya di dunia, tapi juga baik di akhirat sana.

Oke. Di sinilah peranan sahabat. Ia yang benar-benar sahabat kita, pasti akan mencegah kita agar kita tidak melakulan hal yang negatif. Kayak kita mau berbuat maksiat gitu. Maka dia nggak akan segan untuk menegur atau menasihati kita. Bukan karena merasa dia yang paling benar. Bukan. Tapi semata karena dia sayang sama kita.

Nah, dalam agama kita Islam pun sudah jelas bahwa kita diperintahkan Allah SWT untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan dan jangan sampai kita saling tolong-menolong pada hal keburukan atau maksiat.

Tapi, kadang kita juga merasa kita benar aja. Malah sahabat kita itu yang terlalu mengurusi kita. Nah, Supaya klop kita harus satukan dulu dalam menentukan mana standar baik dan buruk itu. Iya kan? Nanti malah saling merasa di salahkan lagi.

Alhamdulillah, dalam kehidupan ini Allah SWT sudah memberikan pedoman dan petunjuk itu buat kita semua yaitu Islam.

Islam berisi perintah dan petunjuk Allah SWT agar kita menjalani kehidupan ini dengan mulia. Tak hanya itu Islam ternyata berisi panduan yang paling sempurna untuk menjalani dan menjalankan kehidupan ini. Itulah syariah Islam. Yang sudah pasti kebenarannya. Dan insya Allah akan membawa kebaikan untuk kita semua.

Kalau begitu, yuk kita menjadi sahabat yang sejati. Sahabat yang saling menjaga dan mengingatkan dalam kehidupan ini. Kita bersama-sama taat pada petunjuk-Nya. Agar di akhirat nanti kita dan sahabat-sahabat kita juga sama-sama berbahagia di dalam surga-Nya. Amin.

Nor Aliyah

#IslamRahmatanLilAlamin
#YukNgajiIslamKaffah

Minggu, 05 Maret 2017

Majelis Ta'lim Remaja Zahratul Jannah: Remaja Sholehah, Remaja Cantik

"Cantik? Wah, pasti kita semua pengen cantik. Namun, cantik biasanya identik dengan berkulit putih, tinggi dan bertubuh ramping, sehingga menjadi percaya diri terkenal, dan banyak yang suka. Akhirnya remaja melakukan apa saja agar bisa diakui menjadi cantik. Seperti maksain pakai krim biar putih, rela diet biar langsing, dan maksain diri biar jadi tinggi," ungkap Ustadzah Siti Jamilah, selaku pemateri.

Sekitar 70 remaja putri dari berbagai sekolah tingkat SMP/MTs dan SMA/MA sangat antusias mengikuti Majelis Ta'lim Remaja Zahratul Jannah, di desa Gumbil, HSS, KalSel dengan tema "Remaja Shalehah, Remaja Cantik." Acara ini diselenggarakan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Hulu Sungai Selatan, KalSel pada Ahad (05/03/2017) pukul 14.00-16.00 Wita.

Majelis Ta'lim Remaja  tersebut dibuka hangat oleh Kak Gita Febrina selaku MC. Kak Gita mengajak para peserta agar semakin bersemangat mengikuti rangkaian acara dengan menyerukan yel-yel, "Remaja Muslimah, cerdas, ceria, shalehah, yes! Allahu Akbar!"

Acara dilanjutkan dengan pembacaan kalam ilahi oleh Kak Aniyah dan Kak Aliyah. Lalu, para peserta diajak menyaksikan tayangan video tentang sosok-sosok Muslimah yang Shalehah dari kalangan Shahabiyah pada masa keemasan Islam. Mereka adalah teladan yang cerdas dan memiliki pemikiran brilian, serta mempunyai peran luar biasa bagi umat manusia.

Ustadzah Siti Jamilah, yang juga pengasuh di Pondok Pesantren Tarbiyatul Furqan ini menjelaskan bahwa saat ini pandangan mengenai kecantikan itu relatif, berbeda dan berubah sesuai kondisi dan tempat. Citra-citra ideal yang dihembuskan media pada remaja, membentuk standar kecantikan ala barat. Sehingga berujung pada kerusakan moral, akhlak dan jatuhnya kehormatan yang dihasilkan dari kebebasan menampilkan kecantikan ini. Misalnya, dengan diadakannya event-event kecantikan seperti kontes kecantikan, gadis sampul, putri indonesia, miss universe, dll. yang memanfaatkan kecantikan untuk kepentingan bisnis dan hiburan.

Sudah saatnya remaja sadar bahwa remaja yang "cantik sejati" adalah remaja takwa. Yaitu pribadi yang Shalehah, sebagai anak Shalihah, istri Sholehah, ibu Shalehah, dan masyarakat Sholehah. Sibuk memikirkan bekal iman daripada polesan 'make up,' matanya bening terjaga dari hal-hal haram, hatinya penuh cinta kepada Rab-Nya. Mereka selalu bersyukur atas nikmat Allah SWT, dengan menutup aurat mengenakan pakaian takwa, dan siap menerima dan menyampaikan kebenaran dengan rajin ngaji islam kaffah dan turut berdakwah.

"Kecantikan sejati adalah kecantikan yang berasal dari takwa pada Ilahi. Pastinya dia adalah remaja Shalehah. So, tunggu apa lagi? Yuk, kita menjadi remaja cantik dengan menjadi remaja Shalehah. Insya Allah, kita bisa meraih bahagia di dunia dan kelak menjadi bidadari yang dirindukan surga."

Para peserta berkomitmen untuk membina diri agar bisa menjadi remaja Shalihah dengan bersedia mengikuti kajian Islam secara intensif. Kemudian acara pun ditutup dengan pembacaan do'a oleh Kak Aliyah. Setelah itu, para peserta dan panitia saling bersalaman.[NAn]

Minggu, 16 Oktober 2016

Membaca Kehidupan

By Nor Aliyah

Hidup ini sulit
Hidup ini tak adil
Tutur terluncur dari lisan yang tiada tahu
Mengiaskan kebahagian dari jumlah capaian materi
Cobalah membacanya
Membaca dengan seluruh rangkaian kehidupan
Ada dinamika kesedihan
Dan ada dinamika bahagia
Membaca
Bacalah dengan teliti
Setiap untai kisah
terselip rahasia penuh hikmah

Kandangan (Kalsel), 16 Oktober 2016

Selasa, 04 Oktober 2016

Malam Nan Syahdu

By Nor Aliyah

Ayat cinta telah turun dari langit,
mencerahkan wajah dunia
Tentukan tujuan hidup hakiki,
Arahkan tiap ayunan langkah hamba
Sibaklah seberkas pelita hati kita
Kemilau cahayanya yang tentramkan jiwa
Dan lantunan indah itu masih bisa terdengar
Kala malam yang hening
Cinta pertama pada ilahi
Telah nyata ajarkanku jalan hikmah kehidupan
Hidup di dunia ini
Hingga mati
Lantunan makna lembaran yang terbuka
Terisak hati olehnya
Hati yang masih sibuk berzikir dengannya...
Ini malam keagungan dari sekian malam-Nya, malam penuh hikmah, berkah dan kasih-Nya
Wajah sendu menatap pilu
Berharap kembalinya permata umat
Tegaknya tiap sendi sendi syariah-Nya
Mengisi malam syahdu ini

Kandangan, 23 Juni 2016
# nuzululquran
# ramadhan
# alquranpetunjukjalan

Jumat, 30 September 2016

"Memohon Ampunan"

By Nor Aliyah

Tiada tuhan selain Engkau
Hati ini menghiba
Memohon ampunan
Atas segala kehilafan
Jiwa ini terkeringkan
Juga oleh tingkah diri
Semoga tercurah segala rahmat
Bagi kedua tangan yang telah terangkat
Mengharapakan ampunan dari-Mu

Kandangan (KalSel), 29 September 2016

Rabu, 28 September 2016

"Seruan Kemenangan"

Seruan untuk kemenangan terdengar begitu jelasnya
Begitu tak dihiraukan
Bangunlah jiwa-jiwa yang masih terlelap
Pekat hitam yang menyelimuti hati dan pemikiran
Kita ingin menyongsong seruannya
Kemenangan tertinggi
Seruan kemenangan

Nor Aliyah
Kandangan, 29 September 2016

Selasa, 27 September 2016

Butiran Embun Birayang

Maulana adalah seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi Swasta di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ia dan teman-temannya mendapatkan sebuah tugas akhir semester VII, yaitu Praktik Kerja Lapangan (PKL), tepatnya di desa Birayang, Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Ini merupakan pengalaman pertama bagi Maulana dan teman-temannya ke tempat itu. Menyelidiki keanekaragaman hayati dan berbagai hal lainnya. Berbagai pengalaman yang ia lalui pun berubah menjadi pengalaman yang menantang, menegangkan dan mengharukan.

Banyak permasalahan yang datang tak terduga, memunculkan riak perasaan terhadap Mahlisa. Walau terkadang diselingi tingkah usil salah seorang karibnya. Ia dan teman-temannya berhasil menemukan sebuah pengalaman hidup yang berharga dari tempat itu. Terkait ilmu alam, asmara dan agama. Terjalin menjadi sebuah makna indah, meresap dalam setiap beningnya butiran embun Birayang.
***

Penulis: Nor Aliyah
Novel Pendidikan
ISBN: 978-602-364-077-5
Cet. I, Maret 2016
vi + 132 hlm; 13 x 19 cm
Diterbitkan oleh: Goresan Pena