Minggu, 16 Oktober 2016

Membaca Kehidupan

By Nor Aliyah

Hidup ini sulit
Hidup ini tak adil
Tutur terluncur dari lisan yang tiada tahu
Mengiaskan kebahagian dari jumlah capaian materi
Cobalah membacanya
Membaca dengan seluruh rangkaian kehidupan
Ada dinamika kesedihan
Dan ada dinamika bahagia
Membaca
Bacalah dengan teliti
Setiap untai kisah
terselip rahasia penuh hikmah

Kandangan (Kalsel), 16 Oktober 2016

Selasa, 04 Oktober 2016

Malam Nan Syahdu

By Nor Aliyah

Ayat cinta telah turun dari langit,
mencerahkan wajah dunia
Tentukan tujuan hidup hakiki,
Arahkan tiap ayunan langkah hamba
Sibaklah seberkas pelita hati kita
Kemilau cahayanya yang tentramkan jiwa
Dan lantunan indah itu masih bisa terdengar
Kala malam yang hening
Cinta pertama pada ilahi
Telah nyata ajarkanku jalan hikmah kehidupan
Hidup di dunia ini
Hingga mati
Lantunan makna lembaran yang terbuka
Terisak hati olehnya
Hati yang masih sibuk berzikir dengannya...
Ini malam keagungan dari sekian malam-Nya, malam penuh hikmah, berkah dan kasih-Nya
Wajah sendu menatap pilu
Berharap kembalinya permata umat
Tegaknya tiap sendi sendi syariah-Nya
Mengisi malam syahdu ini

Kandangan, 23 Juni 2016
# nuzululquran
# ramadhan
# alquranpetunjukjalan

Jumat, 30 September 2016

"Memohon Ampunan"

By Nor Aliyah

Tiada tuhan selain Engkau
Hati ini menghiba
Memohon ampunan
Atas segala kehilafan
Jiwa ini terkeringkan
Juga oleh tingkah diri
Semoga tercurah segala rahmat
Bagi kedua tangan yang telah terangkat
Mengharapakan ampunan dari-Mu

Kandangan (KalSel), 29 September 2016

Rabu, 28 September 2016

"Seruan Kemenangan"

Seruan untuk kemenangan terdengar begitu jelasnya
Begitu tak dihiraukan
Bangunlah jiwa-jiwa yang masih terlelap
Pekat hitam yang menyelimuti hati dan pemikiran
Kita ingin menyongsong seruannya
Kemenangan tertinggi
Seruan kemenangan

Nor Aliyah
Kandangan, 29 September 2016

Selasa, 27 September 2016

Butiran Embun Birayang

Maulana adalah seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi Swasta di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ia dan teman-temannya mendapatkan sebuah tugas akhir semester VII, yaitu Praktik Kerja Lapangan (PKL), tepatnya di desa Birayang, Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Ini merupakan pengalaman pertama bagi Maulana dan teman-temannya ke tempat itu. Menyelidiki keanekaragaman hayati dan berbagai hal lainnya. Berbagai pengalaman yang ia lalui pun berubah menjadi pengalaman yang menantang, menegangkan dan mengharukan.

Banyak permasalahan yang datang tak terduga, memunculkan riak perasaan terhadap Mahlisa. Walau terkadang diselingi tingkah usil salah seorang karibnya. Ia dan teman-temannya berhasil menemukan sebuah pengalaman hidup yang berharga dari tempat itu. Terkait ilmu alam, asmara dan agama. Terjalin menjadi sebuah makna indah, meresap dalam setiap beningnya butiran embun Birayang.
***

Penulis: Nor Aliyah
Novel Pendidikan
ISBN: 978-602-364-077-5
Cet. I, Maret 2016
vi + 132 hlm; 13 x 19 cm
Diterbitkan oleh: Goresan Pena

Sabtu, 17 September 2016

Teratai Putih

Oleh Nor Aliyah

Teratai putih
Tumbuh indah berseri
Daun-daunnya menutupi permukaan air kolam
Teratai tetaplah tumbuh
Meski tak ada yang merawatmu
Tak ada yang mengacuhkanmu
Teratai tunggulah hingga bunga dan mahkotamu terurai
Dan kami ikut menyaksikan indahnya bungamu itu

Kandangan, 10 Juni 2016

Rabu, 07 September 2016

Doa Tulus

Oleh Nor Aliyah

Kedua tangan kutadahkan
Bergetar bibir ini mengucapkan
Doa tulus yang kupinta...
Aku tak minta lebih dari sekedar itu
Dan Berharap kepada-Mu,
Selalu kuberdoa agar pintaku terkabul
Meminta kesucian hati dari Mu
Dan terbukanya tabir-tabir putih yang menyimuti hati
Ya Allah semoga doa tulus suci yang telah kupinta
Engkau berkenan untuk kabulkan jua
Kandangan, 18 April 2016

Cahaya Iman

Oleh Nor Aliyah

Kamar ini gelap tanpa adanya cahaya
Ku tak bisa melihat
Tak bisa tentukan arah
Di mana kah cahaya yang bisa menerangi?
Di mana?
Sekian lama kucari
Menelusuk ke dalam relung-relung sanubari
Menghening senja sejenak
Oh, Tuhan
Hati insan ini rindu cahaya iman
Kembali menyiramkan kesejukan dalam hati

Jumat, 12 Agustus 2016

"Saudariku"

Saudariku yang serupa
Itu adalah kamu
Saudariku yang penuh warna ceria
Itu adalah kamu

Saudariku
Dulu kita tinggal bersama di rahim bunda
Dan kini pun kita masih tinggal bersama
Bahkan kita berjuang bersama untuk dakwah-Nya

Nor Aliyah
Kandangan (Kalsel), 09/08/2016

Rabu, 10 Agustus 2016

"Waktu dan Kesempatan"

Allah memang Maha baik
Terhadap semua hamba
Terbukti Allah memperhatikan kita
Allah tetap berikan kita waktu dan kesempatan
Harapan untuk menjadikan diri lebih baik

Hari ini
Jam ini
Menit ini
Detik ini
Dan mungkin terselip lewat coretan singkat ini

Demi masa
Pabila kau ingin berbenah
Maka gunakanlah
Waktumu sekarang
Bukan besok atau lusa

Waktu
Lompatan cepat
Detik demi detik
Detik berikutnya
Bisa jadi engkau telah tiada

Nor Aliyah
Kandangan (Kalsel), 13/07/2016

"Ironi Sebuah Negeri"

Hari ini,
Aku dengarkan bait-bait kata yang berarti
Ungkapan kebenaran
Dari seseorang yang melihat
Fakta negeri penuh tragedi

Hari ini,
Aku pun tergetar mendengarkan
Nurani ikut mendidih
Pilu nyeri menyerang pangkal hati
Tak sekadar untaian kata dan makna yang teresapi
Tidak pula diksi yang indah tersusun rapi

Bukan!
Tapi lebih dari itu
Mata inipun telah nanar
Nampak saksikan  semuanya begitu nyata
Penderitaan, kerusakan, kesedihan menimpa mereka

Sungguh memilukan penduduk negeri penuh tragedi
Telah nampak semua terjadi
Karena ulah tangan siapa?
Sungguh dalam demikian itu
Terdapat peringatan lagi pelajaran
Bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan

Terinspirasi dari puisi "Negeri Tragedi" by Pujangga Khilafah

Nor Aliyah
Kandangan (Kalsel), 20/7/2016

Kamis, 21 Juli 2016

Beban atau Tantangan

by Nor Aliyah

Amanah adalah sesuatu yang dipercayakan atau dititipkan kepada seseorang. Menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh tentu merupakan kewajiban. Dalam kehidupan ini,  khususnya bagi para pengemban dakwah tentu tidak asing lagi dengan hal yang satu ini. Berbagai amanah yang diberikan kepadanya. Malah terkadang datangnya sekaligus dan di saat yang tak terduga. Waduh, masih tetap semangat atau malah jadi beban?

Kalian pernah tidak menyaksikan seorang guru. Nah, ketika mau memberikan soal atau pertanyaan untuk diberikan kepada murid pasti dia mempertimbangkan dulu bagaimana keadaan muridnya itu. Sanggup atau tidak. Karena ia menyadari kemampuan siswanya itu berbeda-beda. Kadang-kadang ada murid yang selalu mendapatkan soal atau pertanyaan yang lebih sulit dari temannya, ia protes. Kenapa ia selalu diberikan pertanyaan yag sulit sedangkan temannya yang lain menurutnya diberikan yang mudah. Hmm, Sebenarnya ia belum sadar bahwa hal itu dilakukan oleh sang guru untuk menghargai kemampuan lebih yang dimilikinya.

Kalau berbicara tentang amanah
Layaknya seorang guru yang kenal dengan para siswanya. Tentunya Allah SWT lebih mengenal bagaimana keadaan kita, Ya kan?
Pertanyaannya kita mau termasuk kategori pengemban dakwah yang mana? Berprestasi, atau yang biasa-biasa aja? Dalam hal prestasi di hadapan Allah. Jangan sampai ya malah ada niat memilih menjadi yang dikejar-kejar dan ditagih melulu tugas atau amanahnya. Gimana mau ngebangkitkan umat kalau dalam diri aja belum ada kemauan bangkit dan berubah? Siap untuk menerima berbagai amanah, yang sebenarnya adalah tantangan dan kesempatan mendulang pahala yang berlimpah. Tapi ingat! Yang tak kalah penting dalam setiap aktivitas kita, prioritas amal tetap jalan. Wajib lebih dulu, baru yang sunah-sunah dan bolehlah hal yang Mubah.